<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>biji-kopi.com</title>
	<atom:link href="http://biji-kopi.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://biji-kopi.com</link>
	<description>Informasi Hot Seputar Kopi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Jul 2010 05:51:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>PROSES PENGOLAHAN KOPI SEBELUM DITUANGKAN DALAM CANGKIR ANDA (PART 2)</title>
		<link>http://biji-kopi.com/proses-pengolahan-kopi-part2/</link>
		<comments>http://biji-kopi.com/proses-pengolahan-kopi-part2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 12:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harto Suputro</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENGOLAHAN KOPI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biji-kopi.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Pemrosesan kopi belum berakhir dengan dihasilkannya biji kopi. Beberapa perlakuan tambahan harus diberikan untuk manghasilkan biji kopi yang sesuai dengan permintaan pasar. Berikut adalah perlakuan-perlakuan tersebut :
*Pemberian peringkat hasil sortir
Pemberian peringkat penting agar masyarakat bisa memilih kualitas biji kopi seperti apa yang diinginkan. Hal ini diawali dengan seleksi biji kopi hijau secara manual atau mesin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_60" class="wp-caption alignleft" style="width: 198px"><a href="http://biji-kopi.com/wp-content/uploads/2010/03/decaf.jpg"><img class="size-full wp-image-60" title="decaf" src="http://biji-kopi.com/wp-content/uploads/2010/03/decaf.jpg" alt="proses dekafeinasi" width="188" height="275" /></a><p class="wp-caption-text">proses dekafeinasi</p></div>
<p>Pemrosesan kopi belum berakhir dengan dihasilkannya biji kopi. Beberapa perlakuan tambahan harus diberikan untuk manghasilkan biji kopi yang sesuai dengan permintaan pasar. Berikut adalah perlakuan-perlakuan tersebut :</p>
<h3>*Pemberian peringkat hasil sortir</h3>
<p>Pemberian peringkat penting agar masyarakat bisa memilih kualitas biji kopi seperti apa yang diinginkan. Hal ini diawali dengan seleksi biji kopi hijau secara manual atau mesin untuk menghilangkan debris dan biji yang jelek. Setelah itu, kopi digolong-golongkan berdasarkan ukurannya dan diberi label AB atau AA.</p>
<h3>*Pemolesan biji</h3>
<p>Pemolesan biji kopi dilakukan untuk menghilangkan kulit perak yang terkadang masih menempel pada biji kopi. Tanpa adanya kulit perak, maka peningkatan kualitas penampilan biji kopi hijau dapat dicapai. Selain itu, keberadaan kulit perak tidak disukai konsumen karena dapat membentuk hasil samping pada saat biji kopi dipanggang, yaitu yang disebut dengan <em>chaff. </em></p>
<h3>*Penyimpanan biji kopi dalam kantong</h3>
<p>Bila belum segera dipanggang, maka biji kopi harus disimpan dengan benar agar kualitas biji stabil. Penyimpanan dilakukan dengan menempatkan biji pada kontainer yang berventilasi dan dapat menjamin biji kopi tetap kering dan bersih, misalnya kantong fiber.</p>
<h3>*Penuaan</h3>
<p>Beberapa kalangan masyarakat menyukai cita rasa kopi yang terpapar udara laut dalam jangka waktu yang lama. Hal ini diawali dari jaman dahulu ketika kopi harus diimpor dari tempat yang jauh dan harus menempuh pelayaran yang panjang. Hasilnya, cita rasa kopi termodifikasi akibat paparan udara laut dan ternyata banyak disuka. Pada saat teknologi semakin canggih dan terbukanya jalur-jalur perdagangan sehingga pelayaran tak lagi lama, ternyata banyak orang menginginkan cita rasa kopi seperti sedia kala. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, para pedagang menyimpan biji kopi di gudang pelabuhan yang cukup terbuka selama kurun waktu yang cukup lama, yakni selama 5 atau enam bulan sehingga biji kopi akan terpapar pada udara laut. Perlakuan ini disebut dengan penuaan (<em>aging</em>).</p>
<h3>*Dekafeinasi</h3>
<p>Kafein merupakan salah satu senyawa dalam kopi yang terkadang kurang diinginkan oleh sebagian pecinta kopi. Senyawa ini bisa dikurangi melalui proses dekafeinasi. Dekafeinasi dilakukan sebelum pemanggangan kopi.</p>
<p>Ada dua prosedur dekafeinasi yang biasanya dilakukan. Metode pertama adalah dekafeinasi melalui ekstraksi dengan karbon dioksida superkritis. Biji kopi hijau yang telah dilembabkan dipapar dengan karbon dioksida dalam jumlah besar (karbon dioksida dijaga pada tekanan 28 MPa dan suhu antara<strong> </strong>90 and 100 °C). Prosedur ini dapat menghilangkan sekitar 97% kandungan kafein biji. Kafein kemudian dilepaskan dari karbon dioksida dengan sistem adsorpsi karbon aktif.</p>
<p>Metode lainnya adalah ekstraksi pelarut. Pelarut yang dipergunakan biasanya adalah minyak yang diekstrak dari kopi panggang atau etil asetat. Ekstraksi kafein dilakukan dengan menambahkan pelarut pada biji kopi. Setelah prosedur ekstraksi, biji dipindahkan dari pelarut kemudian diuapkan untuk menghilangkan residu pelarut pada biji kopi. Pelarut dapat dipergunakan kembali jika kafein telah dilepaskan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biji-kopi.com/proses-pengolahan-kopi-part2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PROSES PENGOLAHAN KOPI SEBELUM DITUANGKAN DALAM CANGKIR ANDA (PART 1)</title>
		<link>http://biji-kopi.com/proses-pengolahan-kopi-part1/</link>
		<comments>http://biji-kopi.com/proses-pengolahan-kopi-part1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 12:13:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harto Suputro</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENGOLAHAN KOPI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biji-kopi.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda mengira bahwa biji kopi mudah didapatkan, maka anda harus mengubah pemikiran anda! Biji kopi ternyata memiliki proses yang panjang sebelum siap untuk digiling. Hal ini karena kopi baru bisa menjadi komoditas perdagangan jika buah dan selaputnya telah dihilangkan sehingga hanya tertinggal bijinya. Metode pemrosesan kopi di seluruh dunia telah berkembang dan setidaknya ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_56" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://biji-kopi.com/wp-content/uploads/2010/03/Coffee_Processing_Seperation_vats.jpg"><img class="size-medium wp-image-56" title="proses pensortiran kopi" src="http://biji-kopi.com/wp-content/uploads/2010/03/Coffee_Processing_Seperation_vats-300x162.jpg" alt="proses pensortiran kopi" width="300" height="162" /></a><p class="wp-caption-text">proses pensortiran kopi</p></div>
<p>Jika anda mengira bahwa biji kopi mudah didapatkan, maka anda harus mengubah pemikiran anda! Biji kopi ternyata memiliki proses yang panjang sebelum siap untuk digiling. Hal ini karena kopi baru bisa menjadi komoditas perdagangan jika buah dan selaputnya telah dihilangkan sehingga hanya tertinggal bijinya. Metode pemrosesan kopi di seluruh dunia telah berkembang dan setidaknya ada tiga metode yang dikenal, yakni metode pemrosesan basah, kering, dan semi kering.</p>
<h3>Metode Pemrosesan Basah</h3>
<p>Metode ini merupakan metode yang paling umum dipergunakan dalam pemrosesan kopi, terutama untuk kopi premium. Buah kopi yang telah dipanen dikumpulkan, kemudian diseleksi dengan meletakkannya di dalam air. Keberadaan buah di dalam air menjadi penentu kualitas awalnya. Bila buah mengapung di permukaan air, maka buah memiliki kualitas yang jelek. Sebaliknya, bila buah tenggelam di dasar air, maka hal ini berarti buah berkualitas baik.</p>
<p>Buah yang berkualitas baik menjalani prosedur selanjutnya, yaitu penghilangan kulit buah dan selaput buah. Proses ini dilakukan dengan mesin dan tetap dilakukan di dalam air. Sekalipun telah berhasil menghilangkan sebagian besar komponen penyelubung biji, namun selaput biji terkadang masih menempel dan harus dihilangkan.</p>
<p>Dua cara yang ditempuh untuk tujuan tersebut adalah dengan fermentasi mikroba dan dengan mesin. Proses fermentasi melibatkan mikroba yang mensekresi enzim selulase dan dapat mendegradasi selulosa yang terkandung dalam selaput biji. Dengan pemrosesan yang dibantu oleh mesin, fermentasi tidak dipergunakan, tetapi pengelupasan selaput biji dilakukan oleh mesin. Setelah selaput dihilangkan, yang tersisa adalah biji yang dikelilingi 2 lapisan tambahan, kulit perak dan <em>parchment</em>.</p>
<p>Setelah diperoleh biji kopi, maka langkah selanjutnya adalah mereduksi kandungan air pada biji kopi sehingga hanya tersisa 10% agar stabil. Untuk maksud tersebut, biji kopi dapat dikeringkan di bawah sinar matahari hingga kadar airnya mencapai 12%, kemudian pengeringan disempurnakan dengan mesi</p>
<p>n, sehingga kadar airnya hanya mencapai 10%.</p>
<div id="attachment_55" class="wp-caption alignleft" style="width: 279px"><a href="http://biji-kopi.com/wp-content/uploads/2010/03/sim293.gif"><img class="size-medium  wp-image-55" title="pengelolaan kopi" src="http://biji-kopi.com/wp-content/uploads/2010/03/sim293-269x300.gif" alt="pengelolaan kopi" width="269" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">pengelolaan kopi semi kering</p></div>
<p>Satu hal yang harus diingat, bahwa biji yang dikeringkan di bawah sinar matahari harus digaruk setiap enam jam untuk memastikan bahwa pengeringan merata. Pengeringan yang merata akan menjamin jamur tidak dapat tumbuh.  Pengeringan total dengan mesin hanya dilakukan jika kelembaban terlalu tinggi sehingga biji tidak dapat kering.</p>
<h3>Metode Pemrosesan Kering</h3>
<p>Metode pemrosesan kering merupakan metode paling tua dalam sejarah manusia untuk memproses kopi. Prosedur yang dilakukan</p>
<p>cukup sederhana yakni hanya mengeringkan buah kopi di bawah sinar matahari. Setelah itu, selaput dan <em>parchment </em>dihilangkan dari biji kopi.</p>
<h3>Metode Pemrosesan Semi kering</h3>
<p>Metode lain yang dianggap sebagai hasil teknologi silang antara dua metode lainnya adalah metode pemrosesan kopi semi kering. Daerah-daerah yang mempergunakan metode ini antara lain Brazil, Sumatera, dan Sulawesi. Buah kopi dialirkan melewati kawat kasa untuk menghilangkan kulit dan sebagian selaput seperti yang terdapat dalam metode</p>
<p>pemrosesan basah, tetapi hasilnya tidak melalui fermentasi atau pengelupasan lebih lanjut, tetapi hanya dikeringkan langsung  di bawah sinar matahari.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biji-kopi.com/proses-pengolahan-kopi-part1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JANGAN PERNAH ABAIKAN 3 KARAKTER PENENTU KUALITAS BIJI KOPI INI&#8230;</title>
		<link>http://biji-kopi.com/jangan-pernah-abaikan-3-karakter-penentu-kualitas-biji-kopi-ini/</link>
		<comments>http://biji-kopi.com/jangan-pernah-abaikan-3-karakter-penentu-kualitas-biji-kopi-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 11:55:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harto Suputro</dc:creator>
				<category><![CDATA[CITA RASA & AROMA KOPI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biji-kopi.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Kualitas biji kopi merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan rasa sajian kopi yang dihasilkan. Tahukah anda bahwa ada tiga karakter yang terdapat dalam biji kopi dan menjadi penentu kualitasnya? Jika anda mengaku sebagai penggemar kopi, maka informasi berikut sangat berharga bagi anda.
# Karakter pertama : Keasaman
Jika anda penikmat kopi, maka keasaman atau asiditas adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_51" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://biji-kopi.com/wp-content/uploads/2010/03/a_cup_of_coffee_drink.jpg"><img class="size-medium wp-image-51" title="kopi enak" src="http://biji-kopi.com/wp-content/uploads/2010/03/a_cup_of_coffee_drink-300x240.jpg" alt="kopi enak" width="300" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">kopi enak</p></div>
<p>Kualitas biji kopi merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan rasa sajian kopi yang dihasilkan. Tahukah anda bahwa ada tiga karakter yang terdapat dalam biji kopi dan menjadi penentu kualitasnya? Jika anda mengaku sebagai penggemar kopi, maka informasi berikut sangat berharga bagi anda.</p>
<p># Karakter pertama : Keasaman</p>
<p>Jika anda penikmat kopi, maka keasaman atau asiditas adalah karakter yang berhubungan dengan kecerahan kopi dan memberikan sensasi rasa yang lebih ’hidup’ di bagian tepi lidah anda. Karena itu, biji kopi yang baik memiliki keasaman namun dengan tingkatan yang rendah. Keasaman yang terlalu tinggi menyebabkan sajian kopi yang dihasilkan terlalu asam dan hal ini menyebabkan sajian kopi yang dihasilkan tidak lagi terasa nikmat.</p>
<p>Tingkat keasaman kopi ditentukan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah tempat tumbuh tanaman kopi dan pengolahan kopi. Kopi yang ditumbuhkan di dataran tinggi yang kaya akan mineral gunung berapi akan memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Terkait dengan pengolahan biji kopi, kopi yang diolah secara basah memiliki tingkat keasaman lebih tinggi secara signifikan daripada yang diolah secara kering. Selain itu, tingkat keasaman kopi juga tergantung pada tingginya suhu pemanggangan, jenis pemanggang, dan metode pemasakan.</p>
<p>#Karakter kedua : Aroma</p>
<p>Saat anda menikmati kopi, maka anda akan menyadari bahwa aroma kopi merupakan karakter yang terpenting untuk spesifisitas kopi. Setiap jenis kopi memiliki memiliki atribut yang dapat menstimulasi indera penciuman, tak terkecuali kopi instan. Akan tetapi kopi instan sudah tidak lagi memiliki senyawa volatil yang menyebabkan <strong>penurunan dramatis</strong> sensasi rasa keseluruhan.</p>
<p>Aroma kopi yang diterima oleh indera kita terjadi melalui dua mekanisme, yaitu langsung dipersepsi oleh hidung ketika kita mencium aromanya sebelum kita meminum kopi dan secara retronasal. Mekanisme kedua terjadi bila kopi telah berada di mulut atau telah ditelan dan senyawa volatil yang terdapat pada kopi menguap ke atas memasuki saluran nasal.</p>
<p>Tahukah anda bahwa jumlah senyawa volatil yang ditemukan di kopi semakin meningkat setiap tahun? Jika saat ini jumlah senyawa volatil pada kopi menembus angka 800, bukan tidak mungkin jika di tahun-tahun mendatang jumlah ini akan meningkat terus. Wow, bagaimana bisa? Ya, hal ini seiring dengan bertambahnya waktu, maka metode analisis senyawa volatil semakin akurat dan sensitif. Oleh karena itu, dengan metode yang dikembangkan saat ini, ada kemungkinan masih ada senyawa yang belum teridentifikasi dan mungkin sudah menguap pada saat diekstrak.</p>
<p>#Karakter ketiga : <em>Body</em></p>
<p>Karakter ketiga penentu kualitas kopi adalah apa yang disebut sebagai <em>body </em>kopi. <em>Body</em> merupakan ”rasa mantab” pada kopi yang dapat anda rasakan dengan membiarkan kopi tetap berada di lidah dan menggosokkannya dengan langit-langit mulut. <em>Body </em>berkisar dari yang ringan hingga berat dan dipengaruhi pemanggangan kopi. Kopi yang dipanggang secara medium dan pekat akan memiliki <em>body </em>yang lebih berat dibanding dengan kopi yang dipanggang ringan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biji-kopi.com/jangan-pernah-abaikan-3-karakter-penentu-kualitas-biji-kopi-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERHATIKAN 6 FAKTOR PENTING INI UNTUK MENDAPATKAN MINUMAN KOPI YANG JAUH LEBIH NIKMAT</title>
		<link>http://biji-kopi.com/faktor-penting-untuk-mendapatkan-minuman-kopi-yang-nikmat/</link>
		<comments>http://biji-kopi.com/faktor-penting-untuk-mendapatkan-minuman-kopi-yang-nikmat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 11:46:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harto Suputro</dc:creator>
				<category><![CDATA[TIPS SAJIAN KOPI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biji-kopi.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang ada dalam benak anda ketika mendengar kata kopi? Ya, kopi adalah salah satu minuman yang paling digemari di dunia. Jika anda adalah salah satunya, maka anda harus memperhatikan faktor-faktor berikut jika anda ingin menghasilkan sajian kopi yang nikmat.
-Faktor pertama : Kualitas biji kopi
Tentu kualitas kopi tidak akan terlepas dari biji kopi yang dipergunakan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_47" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://biji-kopi.com/wp-content/uploads/2010/03/capucino1.jpg"><img class="size-medium wp-image-47" title="minuman kopi" src="http://biji-kopi.com/wp-content/uploads/2010/03/capucino1-300x225.jpg" alt="minuman kopi" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">minuman kopi yang nikmat</p></div>
<p>Apa yang ada dalam benak anda ketika mendengar kata kopi? Ya, kopi adalah salah satu minuman yang paling digemari di dunia. Jika anda adalah salah satunya, maka anda harus memperhatikan faktor-faktor berikut jika anda ingin menghasilkan sajian kopi yang nikmat.</p>
<p>-Faktor pertama : Kualitas biji kopi</p>
<p>Tentu kualitas kopi tidak akan terlepas dari biji kopi yang dipergunakan. Kualitas biji kopi tergantung pada kombinasi beberapa faktor, di antaranya selang waktu antara penggilingan dan pemanggangan. Semakin cepat biji digiling setelah dipanggang akan semakin baik karena bila terlalu lama akan mengurangi kualitas kopi. Tapi hal ini bisa diminimalisir jika Anda menyimpannya dengan tepat.</p>
<p>-Faktor kedua : Kualitas air</p>
<p>Selain biji kopi, kualitas air juga sangat menentukan kualitas kopi yang dihasilkan karena 98% penyusun kopi adalah air. Oleh karena itu, Anda perlu tahu ciri-ciri air yang berkualitas baik. Ciri-ciri tersebut antara lain adalah bahwa air harus terbebas dari kontaminan, ketidakmurnian, kandungan mineral tinggi, tingkat keasaman (pH) yang tidak sewajarnya, bau, dan sebagainya.</p>
<p>-Faktor ketiga : Proporsi</p>
<p>Proporsi antara biji kopi dan air akan menentukan kadar kepekatan kopi. Setelah diadakan penelitian, ternyata banyak orang yang menyukai perbandingan 10 g kopi (2 sendok makan) dengan 180 ml air. Utk classic drip, gunakan 2 sdt (sendok the) dengan air panas sebanyak 1 cup-nya classic drip.</p>
<p>Jika anda lebih menyukai kopi yang kurang pekat, maka pergunakanlah rasio kopi : air yang lebih rendah. Namun, bila kopi yang lebih pekat menjadi pilihan anda, maka pergunakanlah rasio kopi : air yang lebih tinggi. Dengan memodifikasi rasio ini, anda dapat menentukan kepekatan kopi ideal yang anda inginkan.</p>
<p>-Faktor keempat : Penggerusan</p>
<p>Pastikan anda menggerus kopi secara optimal karena air panas akan mengekstrak jumlah ideal elemen kopi dan proses pemasakan yang terjadi juga ideal, serta menghasilkan aroma dan rasa yang mantap. Jangan menggerus kopi lebih kasar atau lebih halus dari tingkat optimalnya karena keduanya akan mengurangi rasa dan aroma kopi. Kopi yang digerus lebih kasar daripada optimalnya akan menghasilkan ekstraksi yang buruk, sedangkan kopi yang digerus lebih halus daripada optimalnya akan terjadi kelebihan ekstraksi sehingga menghasilkan rasa yang pahit.</p>
<p>-Faktor kelima : Suhu</p>
<p>Pastikan anda menyeduh kopi dengan waktu yang sesuai dan pada selang waktu yang sesuai pula (jika Anda menggunakan coffee maker). Biasanya, suhu optimal pemasakan kopi adalah sekitar 92-96 <sup>o</sup>C. Sedikit modifikasi suhu (2-3 <sup>o</sup>C) mungkin lebih baik untuk beberapa jenis kopi, atau beberapa orang yang memiliki selera agak berbeda dari biasanya. Satu hal yang harus Anda perhatikan selama proses pembuatan sajian kopi adalah kestabilan suhu. Ketidakstabilan suhu pada espresso maker merupakan salah satu alasan kenapa rasa espresso jadi tidak enak. Kisaran suhu selama proses hendaknya tidak lebih dari beberapa derajat karena kisaran suhu lebih banyak akan mengakibatkan ekstraksi berjalan tidak optimal.</p>
<p>-Faktor keenam : Mesin kopi (coffee machine) dan cangkir</p>
<p>Mesin memegang peranan yang penting dalam pemasakan kopi sehingga anda harus menjamin bahwa mesin anda berkualitas baik. Mesin tersebut dicirikan dengan kemampuannya untuk menjaga kestabilan suhu. Selain itu, mesin harus dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama dengan sedikit perawatan. Jangan lupa untuk melakukan perawatan dan pembersihan rutin mesin Anda agar mesin anda dapat terus bekerja optimal selama bertahun-tahun.</p>
<p>Ingatlah bahwa mesin yang bersih memberikan rasa kopi yang lebih enak daripada mesin yang kotor. Jangan sembarangan menggunakan produk pembersih, pergunakan hanya yang direkomendasikan untuk mesin anda.</p>
<p>Setelah kopi selesai dimasak, maka penyajian kopi harus memperhatikan cangkir kopi yang dipergunakan. Cangkir kopi yang ideal harus memiliki diameter yang cukup sehingga aroma dapat mencapai hidung. Hal ini karena aroma merupakan faktor utama yang mempengaruhi indera perasa.</p>
<p>Selain itu, cangkir kopi yang Anda pergunakan juga harus mampu menjaga suhu kopi tetap panas untuk waktu yang cukup lama. Anda bisa menyiapkan cangkir porselen karena kemampuan insulasi suhunya. Bila Anda menghendaki, anda juga dapat menyiapkan cangkir yang terbuat dari baja tahan karat atau yang berdinding gelas ganda, yang tentunya memiliki kemampuan insulasi yang lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biji-kopi.com/faktor-penting-untuk-mendapatkan-minuman-kopi-yang-nikmat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Uniknya kopi Arabica, Hmmmm……</title>
		<link>http://biji-kopi.com/uniknya-kopi-arabica/</link>
		<comments>http://biji-kopi.com/uniknya-kopi-arabica/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 08:45:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harto Suputro</dc:creator>
				<category><![CDATA[CITA RASA & AROMA KOPI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biji-kopi.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah Anda bahwa kopi Arabica ternyata punya keistimewaan tersendiri yang membedakan dia dari jenis kopi lainnya? Saya pun yakin bahwa anda pasti sudah sangat familiar dengan kopi Arabica. Dalam artikel ini, perkenankan saya untuk share beberapa hal menarik mengenai kopi Arabica.
Berikut adalah ciri khas kopi Arabica secara umum:
-          Memiliki rasa asam yang khas. Seberapa asam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_33" class="wp-caption alignleft" style="width: 264px"><a href="http://biji-kopi.com/wp-content/uploads/2010/03/images.jpg"><img class="size-full wp-image-33  " title="kopi nikmat" src="http://biji-kopi.com/wp-content/uploads/2010/03/images.jpg" alt="kopi nikmat" width="254" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">kopi special</p></div>
<p>Tahukah Anda bahwa kopi Arabica ternyata punya keistimewaan tersendiri yang membedakan dia dari jenis kopi lainnya? Saya pun yakin bahwa anda pasti sudah sangat familiar dengan kopi Arabica. Dalam artikel ini, perkenankan saya untuk share beberapa hal menarik mengenai kopi Arabica.</p>
<p>Berikut adalah ciri khas kopi Arabica secara umum:</p>
<p>-          Memiliki rasa asam yang khas. Seberapa asam rasanya akan cukup bervariasi antara jenis arabica yang satu dengan yang lainnya.</p>
<p>-          Memiliki aroma yang khas dan sedap.</p>
<p>-          Rasanya pahit dan mantab</p>
<p>-          Kadar kafeinnya 50% lebih sedikit daripada kopi Robusta</p>
<p>Kopi Arabica akan sangat cocok bila dikonsumsi dengan campuran susu/cream. Beberapa orang memang suka mengkonsumsinya tanpa susu atau cream. Akan tetapi bagi saya, kopi Arabica akan sangat cocok jika dipadukan dengan susu/cream. Untuk kopi hitam, saya lebih suka blend coffee (campuran berbagai jenis kopi).</p>
<p>Tidak semua blend coffee punya cita rasa dan aroma yang enak. Banyak juga blend coffee yang cita rasanya kurang baik. Memadukan berbagai macam jenis kopi memang bukan perkara mudah. Perlu skill dan pengalaman tersendiri. Jika salah dalam pemilihan jenis kopinya, maka hasilnya akan sangat “mengerikan”. Bisa jadi rasanya akan sangat aneh sekali.</p>
<p>Sekedar info, berikut ini saya tuliskan beberapa varietas kopi arabica yang terkenal di seluruh dunia (sumber: wikipedia) :</p>
<p>-    Arabica jawa.</p>
<p>Kopi ini sangat terkenal di seluruh dunia, sehingga nama Jawa menjadi identitas untuk kopi. Bahkan logo program komputer “Java” menggunakan lambang secangkir kopi untuk meng-identikkan kopi dengan “java”.</p>
<p>- Sumatra Mandheling dan Sumatra Lintong.</p>
<p>Mandheling dinamakan menurut suku Batak Mandailing di Sumatra utara di Indonesia. Kopi Lintong dinamakan menurut nama tempat Lintong di Sumatra utara. Sedangkan Kopi Gayo berasal dari Dataran Tinggi Gayo.</p>
<p>- Sulawesi Toraja Kalosi</p>
<p>Kopi ini ditanam di daerah pegunungan tinggi di Sulawesi. Kalosi adalah nama kota kecil di Sulawesi, yang merupakan tempat pengumpulan kopi dari daerah sekitarnya. Toraja adalah daerah pegunungan di Sulawesi tempat tumbuhnya kopi ini. Kopi dari Sulawesi ini agak sedikit lebih kuat dari kopi Sumatra.</p>
<p>-Costa Rican Tarrazu  dari &#8220;San Marcos de Tarrazu valley&#8221; di pegunungan di luar San Jos, Costa Rica.</p>
<p>- Guatemala Huehuetenango</p>
<p>Ditanam di ketinggian 5000 kaki di bagian utara Guatemala.</p>
<p>-  Ethiopian Harrar &#8211; dari Harar, Ethiopia</p>
<p>-  Ethiopian Yirgacheffe &#8211; dari daerah di kota Yirga Cheffe di provinsi Sidamo (Oromia) di Ethiopia.</p>
<p>-  Kopi Kolombia (Colombian coffee) &#8211; pertama kali diperkenalkan di Kolombia pada awal tahun 1800.</p>
<p>-  Colombian Milds &#8211; Varietas ini termasuk kopi dari Kolombia, Kenya dan Tanzania.</p>
<p>-  Hawaiian Kona coffee &#8211; ditanam di kaki pegunungan Hualalai di distrik Kona di Hawaii.</p>
<p>Kopi diperkenalkan pertama kali di kepulauan ini oleh Chief Boki. Ia adalah gubernur Oahu pada tahun 1825.</p>
<p>-  Jamaican Blue Mountain Coffee &#8211; dari Blue Mountains di Jamaika. Kopi ini memiliki harga yang mahal karena kepopulerannnya.</p>
<p>-  Kenyan &#8211; terkenal karena tingkat keasamannya dan rasanya.</p>
<p>- Mexico &#8211; memproduksi biji kopi yang keras.</p>
<p>- Mocha &#8211; Kopi dari Yemen dahulunya diperdagangkan di pelabuhan Mocha di Yemen. Jangan disalahartikan dengan cara penyajian kopi dengan coklat.</p>
<p>- Santos &#8211; dari Brasilia. Memiliki tingkat keasaman yang rendah.</p>
<p>-  Tanzania Peaberry di tanam di Gunung Kilimanjaro di Tanzania. &#8220;Peaberry&#8221; artinya biji kopi ini hanya satu dalam setiap buah. Tidak seperti layaknya dua dalam satu buah. Ini biasanya tumbuh secara alami pada 10% dari hasil panen kopi.</p>
<p>-  Uganda &#8211; Meskipun sebagian besar penghasil kopi robusta. Ada juga kopi arabika berkualitas yang dikenal sebagai Bugishu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biji-kopi.com/uniknya-kopi-arabica/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebaiknya pilih coffee beans jenis apa?</title>
		<link>http://biji-kopi.com/sebaiknya-pilih-coffee-beans-jenis-apa/</link>
		<comments>http://biji-kopi.com/sebaiknya-pilih-coffee-beans-jenis-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 09:35:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harto Suputro</dc:creator>
				<category><![CDATA[SPECIAL]]></category>
		<category><![CDATA[TIPS SAJIAN KOPI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biji-kopi.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang bingung menentukan pilihan tentang kopi jenis apa yang sebaiknya mereka pilih. Mungkin Anda pernah mendengar pertanyaan seperti ini : “lebih enak mana ya, robusta, arabika atau yang lainnya ya?” Menurut saya, jawabannya adalah “tergantung”. Tergantung ini maksudnya: mana yang lebih baik itu ditentukan oleh penggunaannya.
Sebelum kita bahas lebih jauh, ada baiknya saya sampaikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_21" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://biji-kopi.com/wp-content/uploads/2010/03/luwak.jpg"><img class="size-medium wp-image-21 " style="margin: 3px;" title="coffee beans " src="http://biji-kopi.com/wp-content/uploads/2010/03/luwak-300x226.jpg" alt="coffee beans" width="300" height="226" /></a><p class="wp-caption-text">coffee beans </p></div>
<p>Banyak orang bingung menentukan pilihan tentang kopi jenis apa yang sebaiknya mereka pilih. Mungkin Anda pernah mendengar pertanyaan seperti ini : <strong>“lebih enak mana ya, robusta, arabika atau yang lainnya ya?”</strong> Menurut saya, jawabannya adalah “tergantung”. Tergantung ini maksudnya: mana yang lebih baik itu ditentukan oleh penggunaannya.</p>
<p>Sebelum kita bahas lebih jauh, ada baiknya saya sampaikan tentang jenis-jenis kopi yang ada. Sebenarnya ada lebih dari 60-an jenis kopi. Di antara jenis-jenis ini, hanya 2 yang dikembangkan secara besar-besaran untuk dikonsumsi para pecinta kopi. Kedua jenis ini adalah Arabika dan Robusta. Keduanya punya ciri khas, rasa dan aroma yang berbeda.</p>
<p><strong>Masing masing jenis (baik Arabika maupun Robusta) akan punya cita rasa dan aroma yang cukup bervariasi jika berasal dari tempat yang berbeda</strong>. Misalnya: cita rasa dan aroma kopi arabica jawa akan berbeda dengan kopi arabica lampung ataupun flores.<br />
<span style="color: #ff00ff;"> </span><br />
<span style="color: #ff00ff;"> </span></p>
<h3><strong><span style="color: #800000;">Berikut adalah ciri khas kopi Arabika secara umum:</span></strong></h3>
<p>-          Memiliki rasa asam yang khas. Seberapa asam rasanya akan cukup bervariasi antara jenis arabica yang satu dengan yang lainnya.</p>
<p>-          Memiliki aroma yang khas dan sedap.</p>
<p>-          Rasanya pahit dan mantab</p>
<p>-          Kadar kafeinnya 50% lebih sedikit daripada kopi Robusta<br />
<span style="color: #ff00ff;"> </span><br />
<span style="color: #ff00ff;"> </span></p>
<h3><strong><span style="color: #800000;">Berikut adalah ciri khas kopi Robusta secara umum:</span></strong></h3>
<p>-          Memiliki rasa asam yang khas. Tidak ada rasa asam sama sekali.</p>
<p>-          Memiliki aroma yang manis.</p>
<p>-          Rasanya mild / lembut</p>
<p>-          Kadar kafeinnya 2 kali lebih banyak daripada kopi Arabika</p>
<p><span style="color: #ff00ff;"> </span><br />
<span style="color: #ff00ff;"> </span></p>
<h3><strong><span style="color: #800000;">Lalu, mana yang sebaiknya Anda pilih?</span></strong></h3>
<p><strong><em>Untuk sajian yang menggunakan bahan susu, cream, santan, ataupun bahan lain yang terasa gurih (seperti halnya mayoritas menu pada coffee House) sebaiknya Anda menggunakan kopi Arabika.</em></strong></p>
<p>Untuk sajian kopi sederhana yang  tidak menggunakan bahan di atas, misalnya: cuma dicampur gula, madu, kayu manis, atau bahan serupa, Anda boleh menyesuaikan dengan selera. Terserah Anda, mau pilih <a href="http://kopi-indonesia.com/katalog/harga-kopi-produk-kami/" target="_blank"><span style="color: #0000ff;"><em><strong>Arabika atau Robusta.</strong></em> </span></a> Tetapi untuk rasa yang unik, sebaiknya Anda menggunakan produk<a href="http://kopi-indonesia.com/katalog/harga-kopi-produk-kami/" target="_blank"><span style="color: #0000ff;"> <em><strong>Java Maxima Perfect Blend</strong></em></span></a>. Produk ini berisi campuran rahasia antara berbagai jenis kopi (bukan hanya jenis kopi yang umum Anda temui). Rasa dan aromanya benar-benar cocok untuk sajian kopi hitam (black coffee) dan kopi tubruk.</p>
<p><em>Untuk diet/menurunkan berat badan, Anda bisa mengkonsumsi kopi Robusta sebelum berolah raga. Kafein yang tinggi akan membantu Anda membakar kalori lebih baik.</em></p>
<p><em>Untuk menemani kerja lembur atau untuk mengusir rasa lelah dan ngantuk, Anda bisa mengkonsumsi kopi Robusta.</em></p>
<h4><em><strong>Jika Anda bosan dengan sajian kopi yang biasa biasa saja, Anda bisa melakukan </strong></em><em><strong>sedikit &#8220;sulap&#8221; dan Anda sudah bisa menikmati sajian kopi ala Coffee House besar. Mau tahu Rahasia dan Trik-nya? Saya akan berikan secara <span style="color: #ff0000;">GRATIS</span> untuk Anda. Cukup <a href="http://kopi-indonesia.com/coffee-shop/" target="_blank"><span style="color: #0000ff;">&#8220;klik di sini&#8221;</span></a></strong><strong><a href="http://kopi-indonesia.com/coffee-shop/" target="_blank"> </a>untuk mendapatkannya Sekarang Juga.</strong></em></h4>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biji-kopi.com/sebaiknya-pilih-coffee-beans-jenis-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana membuat sajian kopi yang berkualitas?</title>
		<link>http://biji-kopi.com/bagaimana-membuat-sajian-kopi-yang-berkualitas/</link>
		<comments>http://biji-kopi.com/bagaimana-membuat-sajian-kopi-yang-berkualitas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 09:24:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harto Suputro</dc:creator>
				<category><![CDATA[SPECIAL]]></category>
		<category><![CDATA[TIPS SAJIAN KOPI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biji-kopi.com/bagaimana-membuat-sajian-kopi-yang-berkualitas/</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin Anda pernah mencoba membuat sajian kopi bintang lima, tapi hasilnya mengecewakan. Sepertinya sudah mengikuti cara yang benar. Anda heran, bingung, dan mungkin putus asa. Pada Artikel kali ini, saya akan share beberapa point penting dalam membuat sajian kopi yang nikmat. Jika Anda tahu sisi mana yang masih kurang, Anda bisa  memperbaiki hal tersebut.
Untuk membuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://biji-kopi.com/wp-content/uploads/2010/03/2.-mocca-frappe2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-17" title="2. mocca frappe" src="http://biji-kopi.com/wp-content/uploads/2010/03/2.-mocca-frappe2-198x300.jpg" alt="" width="198" height="300" /></a>Mungkin Anda pernah mencoba membuat sajian kopi bintang lima, tapi hasilnya mengecewakan. Sepertinya sudah mengikuti cara yang benar. Anda heran, bingung, dan mungkin putus asa. Pada Artikel kali ini, saya akan share beberapa point penting dalam membuat sajian kopi yang nikmat. Jika Anda tahu sisi mana yang masih kurang, Anda bisa  memperbaiki hal tersebut.</p>
<p>Untuk membuat sajian kopi berkelas yang nikmat, paling tidak diperlukan 3 hal, yaitu: keterampilan (disertai resep yang bermutu), alat, dan kopi yang berkualitas. Masing-masing komponen harus berkualitas, dan saling cocok satu dengan yang lain.</p>
<p>1. Keterampilan</p>
<p>Bagaimanapun juga, untuk membuat berbagai sajian kopi yang nikmat, perlu keterampilan dan resep yang baik. Keterampilan di sini mencakup pengetahuan dalam memilih bahan, skill untuk memakai peralatan, dan memiliki resep resep yang dapat diandalkan.</p>
<p>2. Alat</p>
<p>Anda perlu peralatan dalam membuat sajian kopi yang berkelas. Yang terutama adalah Alat untuk membuat espresso, karena espresso sering menjadi bahan dasar dalam resep-resep sajian kopi. Espresso sendiri bisa dibuat dengan berbagai macam alat. Coffee house biasa menggunakan espresso machine yang cukup mahal. Beberapa waktu yang lalu, saya mencoba alat sederhana dan murah untuk membuat espresso. Alat ini adalah classic drip. Espresso yang dihasilkan punya cita rasa dan aroma yang baik sekali.</p>
<p>3. Bahan yang berkualitas</p>
<p>Pemilihan bahan akan sangat mempengaruhi cita rasa sajian kopi yang Anda buat. Oleh karenanya, Anda harus menggunakan bahan bahan yang berkualitas. Kopi yang berkualitas tentu menjadi faktor yang mutlak harus Anda perhatikan, mengingat kopi merupakan bahan yang mendasar dalam setiap resep sajian kopi.</p>
<p>Selain kualitas masing-masing komponen, ada hal lain yang sangat penting yaitu kecocokan dan keserasian antara masing-masing komponen.</p>
<p>Kualitas kopi saja tidak cukup jika tidak disertai dengan kecocokan dengan alat dan resep yang dipakai. Sebagai contoh, untuk membuat “coffee latte” misalnya. Anda bisa mendapatkan rasa yang aneh jika memakai jenis kopi yang kurang tepat, meskipun resep, alat dan keterampilannya sudah baik.</p>
<p>Contoh lain, tingkat kehalusan bubuk kopi harus sesuai dengan alat yang dipakai. Kopi untuk classic drip akan berbeda tingkat kehalusannya dengan kopi untuk espresso machine.</p>
<p>Keserasian dan kecocokan antara keterampilan (disertai resep yang bermutu), alat, dan kopi yang berkualitas, merupakan syarat mutlak dalam membuat sajian kopi istimewa yang berkelas. Membuat kopi seperti di coffee house memang tidak mudah. Tapi ada kabar gembira untuk Anda. Kami meluncurkan paket produk yang belum pernah ada di Indonesia. Dengan paket produk ini, <strong>keserasian antara skill, alat, dan kopi bisa diperoleh dengan maksimal</strong>, karena kami memadukan semuanya untuk kemudahan Anda. Lebih detail tentang paket ini bisa dilihat <a href="http://kopi-indonesia.com/" target="_blank"><strong>di sini</strong></a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biji-kopi.com/bagaimana-membuat-sajian-kopi-yang-berkualitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Espresso berkualitas tanpa coffee machine, Hmm…</title>
		<link>http://biji-kopi.com/espresso-berkualitas-tanpa-coffee-machine-hmm%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://biji-kopi.com/espresso-berkualitas-tanpa-coffee-machine-hmm%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 09:19:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harto Suputro</dc:creator>
				<category><![CDATA[SIMPLE COFFEE MAKER]]></category>
		<category><![CDATA[SPECIAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biji-kopi.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[
Mungkinkah kita membuat espresso yang baik tanpa espresso machine? Kalau tidak pakai espresso machine, lalu pake apa? Lalu bagaimana dengan kualitas rasa dan aromanya? Bukan hanya pertanyaan ini saja yang akan dibahas kali ini, tetapi juga bagaimana cara dan alatnya juga.  So stay tune with us.
Sebelum kita bicara lebih jauh, ada baiknya saya menjelaskan secara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_13" class="wp-caption alignleft" style="width: 209px"><a href="http://biji-kopi.com/wp-content/uploads/2010/03/1.-Espresso.jpg"><img class="size-medium wp-image-13" title="Espresso tanpa coffee machine" src="http://biji-kopi.com/wp-content/uploads/2010/03/1.-Espresso-199x300.jpg" alt="Espresso tanpa coffee machine" width="199" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Espresso tanpa coffee machine</p></div>
<p>Mungkinkah kita membuat espresso yang baik tanpa espresso machine? Kalau tidak pakai espresso machine, lalu pake apa? Lalu bagaimana dengan kualitas rasa dan aromanya? Bukan hanya pertanyaan ini saja yang akan dibahas kali ini, tetapi juga bagaimana cara dan alatnya juga.  So stay tune with us.</p>
<p>Sebelum kita bicara lebih jauh, ada baiknya saya menjelaskan secara singkat tentang espresso. Espresso dapat diartikan sebagai sari kopi yang sangat kental dan pekat. Sari kopi ini biasanya digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat berbagai macam sajian kopi seperti yang Anda temui di coffee house pada umumnya. Selain itu ada juga coffee lovers yang suka meminum espresso ini begitu saja.</p>
<p>Sering kali para Coffee Lovers ingin membuat sajian ala coffee house, tapi kesulitan dalam mencari resep yang berkualitas dan kesulitan dalam membuat espresso yang nikmat. Kendala dalam pembuatan espresso ini biasanya disebabkan oleh mahalnya harga espresso maker/coffee machine. Karena harganya yang mahal, maka cukup jarang seseorang beli espresso maker untuk pemakaian pribadi di rumah. Kendala inilah yang menyebabkan orang tidak bisa membuat espresso sehingga mereka tidak bisa juga membuat sajian kopi berkelas seperti di coffee house kesayangan mereka.</p>
<p>Sebenarnya, ada beberapa macam alat sederhana untuk membuat espresso. Beberapa di antaranya adalah Frech Press, Classic Drip/Vietnam Drip, Moka Pot, Syphon, dll. Di antara bermacam macam alat tersebut, yang paling baik menurut saya adalah Classic Drip.</p>
<p>Alat ini juga biasa dikenal sebagai vietnam drip. Alat sederhana ini bisa menghasilkan espresso yang pekat, mantab, dan punya aroma yang baik. Sangat cocok sebagai bahan dasar sajian kopi bintang lima seperti yang kita temui di coffee house terkenal. Dibandingkan dengan alat pembuat espresso sederhana lainnya, classic drip ini termasuk yang terbaik, baik dari segi rasa, aroma, dan harga.</p>
<p>Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membuat espresso dengan menggunakan Classic Drip:</p>
<p>1. Masukkan 2 sendok teh kopi bubuk (untuk <strong>single shot</strong>) atau 4 sendok teh kopi</p>
<p>bubuk (untuk <strong>double shot</strong>)</p>
<p>2. Ratakan dan padatkan kopi yang berada di dalam coffee drip menggunakan</p>
<p>pemadatnya.</p>
<p>3. Tuangkan air mendidih ke atas coffee drip sampai penuh</p>
<p>4. Tutup Classic drip dengan tutupnya (hati-hati karena permukaan classic drip</p>
<p>panas). Lalu tunggu 5-10 menit sampai sari kopi berhenti menetes.</p>
<p>Setelah mengikuti step-step di atas, Anda bisa memperoleh espresso yang berkualitas. Classic drip ini memang agak jarang dijual di toko-toko, namun Anda bisa membelinya melalui toko online di: <a href="http://www.kopi-indonesia.com" target="_blank">http://www.kopi-indonesia.com</a>.</p>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val="&#45;-" /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Tahoma; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-520082689 -1073717157 41 0 66047 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:.5in; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.5in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.5in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:.5in; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:728455180; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-2064776500 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Mungkinkah kita membuat espresso yang baik tanpa espresso machine? Kalau tidak pakai espresso machine, lalu pake apa? Lalu bagaimana dengan kualitas rasa dan aromanya? Bukan hanya pertanyaan ini saja yang akan dibahas kali ini, tetapi juga bagaimana cara dan alatnya juga.<span> </span>So stay tune with us.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Sebelum kita bicara lebih jauh, ada baiknya saya menjelaskan secara singkat tentang espresso. Espresso dapat diartikan sebagai sari kopi yang sangat kental dan pekat. Sari kopi ini biasanya digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat berbagai macam sajian kopi seperti yang Anda temui di coffee house pada umumnya. Selain itu ada juga coffee lovers yang suka meminum espresso ini begitu saja.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Sering kali para Coffee Lovers ingin membuat sajian ala coffee house, tapi kesulitan dalam mencari resep yang berkualitas dan kesulitan dalam membuat espresso yang nikmat. Kendala dalam pembuatan espresso ini biasanya disebabkan oleh mahalnya harga espresso maker/coffee machine. Karena harganya yang mahal, maka cukup jarang seseorang beli espresso maker untuk pemakaian pribadi di rumah. Kendala inilah yang menyebabkan orang tidak bisa membuat espresso sehingga mereka tidak bisa juga membuat sajian kopi berkelas seperti di coffee house kesayangan mereka.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Sebenarnya, ada beberapa macam alat sederhana untuk membuat espresso. Beberapa di antaranya adalah Frech Press, Classic Drip/Vietnam Drip, Moka Pot, Syphon, dll. Di antara bermacam macam alat tersebut, yang paling baik menurut saya adalah Classic Drip. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Alat ini juga biasa dikenal sebagai vietnam drip. Alat sederhana ini bisa menghasilkan espresso yang pekat, mantab, dan punya aroma yang baik. Sangat cocok sebagai bahan dasar sajian kopi bintang lima seperti yang kita temui di coffee house terkenal. Dibandingkan dengan alat pembuat espresso sederhana lainnya, classic drip ini termasuk yang terbaik, baik dari segi rasa, aroma, dan harga. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membuat espresso dengan menggunakan Classic Drip:</span></p>
<p class="MsoListParagraph" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12pt; color: black;"><span>1.<span style="font: 7pt &amp;amp;amp;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 12pt; color: black;">Masukkan 2 sendok teh kopi bubuk (untuk </span><strong><span style="font-size: 12pt; color: red;">single shot</span></strong><span style="font-size: 12pt; color: black;">) atau 4 sendok teh kopi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; color: black;">bubuk (untuk </span><strong><span style="font-size: 12pt; color: red;">double shot</span></strong><span style="font-size: 12pt; color: black;">)</span></p>
<p class="MsoListParagraph" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12pt; color: black;"><span>2.<span style="font: 7pt &amp;amp;amp;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 12pt; color: black;"><span> </span>Ratakan dan padatkan kopi yang berada di dalam coffee drip menggunakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; color: black;">pemadatnya.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12pt; color: black;"><span>3.<span style="font: 7pt &amp;amp;amp;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 12pt; color: black;">Tuangkan air mendidih ke atas coffee drip sampai penuh</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 12pt;"><span>4.<span style="font: 7pt &amp;amp;amp;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 12pt;">Tutup Classic drip dengan tutupnya (hati-hati karena permukaan classic drip</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt;">panas). Lalu tunggu 5-10 menit sampai sari kopi berhenti menetes.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;">Setelah mengikuti step-step di atas, Anda bisa memperoleh espresso yang berkualitas. Classic drip ini memang agak jarang dijual di toko-toko, namun Anda bisa membelinya melalui toko online di: http://www.kopi-indonesia.com.</span></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biji-kopi.com/espresso-berkualitas-tanpa-coffee-machine-hmm%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Anda mau memiliki coffee house pribadi di rumah Anda?</title>
		<link>http://biji-kopi.com/coffee-house-pribadi-di-rumah/</link>
		<comments>http://biji-kopi.com/coffee-house-pribadi-di-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 08:41:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harto Suputro</dc:creator>
				<category><![CDATA[SPECIAL]]></category>
		<category><![CDATA[TIPS SAJIAN KOPI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://biji-kopi.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Ya, judul di atas bukan hal yang berlebihan, apalagi mustahil. Sekarang, Anda bisa punya Coffee house pribadi di rumah Anda dengan mudah &#38; murah, tanpa peralatan mahal, tanpa skill khusus. Anda bahkan tidak perlu memiliki espresso maker. Cukup peralatan dapur biasa, classic drip, beberapa tips, dan disertai resep special. Namun sebelum kita bicara lebih jauh, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_9" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://biji-kopi.com/wp-content/uploads/2010/03/dapur201.jpg"><img class="size-medium wp-image-9" title="Coffee house pribadi" src="http://biji-kopi.com/wp-content/uploads/2010/03/dapur201-300x293.jpg" alt="Coffee house pribadi" width="300" height="293" /></a><p class="wp-caption-text">Coffee house pribadi</p></div>
<p>Ya, judul di atas bukan hal yang berlebihan, apalagi mustahil. Sekarang, Anda bisa punya Coffee house pribadi di rumah Anda dengan mudah &amp; murah, tanpa peralatan mahal, tanpa skill khusus. Anda bahkan tidak perlu memiliki espresso maker. Cukup peralatan dapur biasa, classic drip, beberapa tips, dan disertai resep special. Namun sebelum kita bicara lebih jauh, saya perlu memberi tahu Anda betapa enaknya punya coffee house pribadi di rumah.</p>
<p>Seperti halnya Anda, dan pecinta kopi lain, saya dulu sering memimpikan betapa enaknya jika saya bisa menikmati sajian kopi berkelas (seperti di coffee house terkenal), setiap hari, sambil bersantai di rumah, tanpa perlu jauh-jauh pergi ke sana. Apalagi jika bisa menikmatinya waktu pagi hari sambil baca koran atau sore hari waktu pulang kerja. Wah betapa nikmatnya hari hari saya. Hal ini sama sekali bukan impian lagi. Kami sekeluarga bisa menikmatinya dengan mudah.</p>
<p>Tidak banyak hal yang perlu Anda persiapkan. Sepertinya sebagian besar sudah ada di rumah Anda. Anda hanya memerlukan:</p>
<ol>
<li>Dapur dan peralatan standar (seperti gelas, cangkir, sendok, dll)</li>
<li>Blender (tidak selalu dipakai)</li>
<li>Lemari es (jika Anda ingin membuat sajian kopi dingin)</li>
<li>Alat pembuat espresso sederhana (classic drip)</li>
</ol>
<p>Selain itu, Anda juga harus menyiapkan bahan untuk membuat sajian kopi kesukaan Anda. Anda tidak harus menyediakan bahan lengkap seperti coffee house komersial. Yang harus Anda sediakan adalah bahan yang memang diperlukan untuk membuat sajian kopi kesukaan Anda.</p>
<p>Untuk awalnya, Anda cukup memilih beberapa menu favorit yang ingin Anda nikmati bersama keluarga tiap hari. Lalu miliki bahan bahannya di rumah Anda. Tidak perlu terlalu banyak menu dulu. Nanti pelan-pelan, bisa berkembang seiring dengan semakin mahirnya Anda dalam membuat sajian kopi bintang lima.</p>
<p>Saya telah membagikan Ebook “16 Top Secrets Coffee Recipe”, yang bisa Anda dapatkan gratis. Jika Anda belum mendapatkannya, Anda bisa isikan nama dan email Anda di form pada halaman ini untuk mendapatkan e-book tersebut. Resepnya akan menghasilkan cita rasa yang nikmat sekali. Silahkan dicoba.</p>
<p>Bagaimana cara menggunakan alat-alat sederhana tadi, tips-tips rahasia, resep rahasia, step by step guidenya bisa Anda peroleh dalam <a href="http://www.kopi-indonesia.com/" target="_blank"><strong>paket special ini</strong>.</a> Saya tidak bisa membahasnya secara detail di sini mengingat keterbatasan ruang dan waktu. Anda bisa mendapatkannya secara detail dalam <a href="http://www.kopi-indonesia.com/" target="_blank">paket special ini.</a> Dengan paket ini Anda bisa menyulap dapur Anda menjadi coffee house pribadi yang akan membuat hidup Anda lebih berwarna.</p>
<p>Dengan biaya yang sangat murah, mudah dan praktis, Anda siap untuk menyajikan minuman kopi berkelas seperti layaknya coffee house ternama.</p>
<p>Selamat mencoba.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://biji-kopi.com/coffee-house-pribadi-di-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

